Blogger Widgets

Rabu, 20 April 2016

Tugas Rekayasa Perangkat lunak Npm genap

Nama : Uus Kusnadi
Npm : 1410128262062
Prodi : T. Informatika 


PRINSIP DAN KONSEP ANALISA
(ANALYSIS CONCEPT AND PRINCIPLES)



PEMAHAMANPemahaman lengkap mengenai persyaratan perangkat lunak sangat penting bagi keberhasilan usaha pengembangan perangkat lunak. Tidak peduli bagaimana perangkat lunak dirancang atau dikodekan, program yang dianalisis dan ditentukan secara tidak baik akan mengecewakan pemakainya dan akan membawa kegagalan bagi pengembangnya.
Dalam konteks perangkat lunak, analisis merupakan sebuah :
  • Penemuan
  • Perbaikan
  • Pemodelan
  • Spesifikasi (baru)
SIAPA YANG BERPERAN DALAM ANALISIS ?
  • Pengembang maupun pelanggan harus berperan aktif
  • Pelanggan berusaha memformulasikan kembali konsep yang tidak jelas dari fungsi perangkat lunak dan kinerja kedalam detail yang konkret.
  • Pengembang bertindak sebagai integrator, konsultan dan pemecah masalah
Ruang lingkup perangkat lunak secara mendasar dikembangkan oleh perekayasa system dan diperbaiki selama perencanaan proyek perangkat lunak dan diperbaiki secara detail (rinci).
APA YANG MENJADI MASALAH SEBENARNYA ?
  • Pelanggan hanya memiliki ide yang samar-samar apa yang dibutuhkan
  • Pengembang akan menghasilkan sesuatu dengan mengacu kepada “ide yang samar-samar”, dengan asumsi bahwa “kita akan mengerjakan rincian pekerjaan sesuai tahapan (langkah)”
  • Pelanggan akan terus mengikuti perubahan
  • Pengembang akan “dirugikan” oleh perubahan-perubahan ini, membuat kesalahan-kesalahan dalam spesifikasi dan pengembangan 
ANALISIS PERSYARATANAnalisis persyaratan adalah sebuah tugas rekayasa perangkat lunak yang menjembatani jurang antara alokasi perangkat lunak tingkat system dan perancangan perangkat lunak seperti terlihat pada gambar 11.1







Gambar 11.1 Analisis dan kesenjangan antara rekayasa system dan desain perangkat lunak


Analisis persyaratan perangkat lunak dapat dibagi menjadi 5 (lima) area kerja yaitu :
  1. Pengenalan masalah
Mempelajari spesifikasi system (bila ada) dan rencana proyek perangkat lunak dalam suatu konteks system dan mengkaji ruang lingkup perangkat lunak dalam suatu konteks system dan mengkaji ruang lingkup perangkat lunak yang telah digunakan untuk memunculkan estimasi perencanaan
  1. Evaluasi dan sintesis
  •   Membatasi semua objek data yang dapat diobservasi secara eksternal
  •  Mengevaluasi aliran dan muatan informasi
  •  Mendefinisikan dan menguraikan semua fungsi perangkat lunak
  • Memahami tingkah laku perangkat lunak dalam konteks kejadian yang mempengaruhi system
  •  Membangun karakteristik interface system
  •  Menemukan batasan desain tambahan
  1. Pemodelan
Menyiapkan system dalam ukuran yang kecil-kecil sebelum penerapan dengan system yang sebenarnya
  1. Spesifikasi
Menetapkan system dalam kondisi yang sebenarnya
  1. Kajian
Melakukan evaluasi dan pengujian formal terhadap penerapan yang telah dilakukan apakah sasaran yang yang ditetapkan tercapai atau tidak.


TEKNIK KOMUNIKASI
  • Merupakan permulaan yang (selalu) perlu dilakukan agar seorang pelanggan memiliki masalah yang dapat dipertanggung jawabkan melalui pemecahan berbasis komputer
  • Agar pengembang dapat merespon permintaan bantuan (help) dari pelanggan
  •  Biasanya jalan komunikasi ke pemahaman penuh dengan “lobang-lobang”

MENGAWALI PROSES
  • Untuk menjembatani jurang / lobang-lobang komunikasi antara pelanggan dan pengembang, sekaligus untuk memulai proses komunikasi, perlu dilakukan pertemuan pendahuluan atau wawancara
  •  Harus dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang bebas konteks :
o   Siapa dibalik permintaan untuk pekerjaan ini ?o   Siapa yang akan menggunakan pemecahan ini ?o   Apa keuntungan ekonomi dari pemecahan yang berhasil ?o   Apakah ada sumber lain untuk pemecahan yang anda inginkan ?
  • Dilanjutkan dengan pertanyaan agar seorang analis mendapat pemahaman yang lebih baik akan mengenai masalah dari pelanggan
o   Bagaimana anda akan menandai output yang baik ?o   Masalah apa yang akan diselesaikan oleh pemecahan ini ?o   Dapatkah anda memperlihatkan kepada saya (atau menjelaskan) lingku ngan dimana pemecahan tersebut akan digunakan ?o   Apakah masalah atau batasan kinerja yang khusus yang akan mempenga ruhi cara pemecahan tersebut didekati ?

  •  Diakhiri dengan pertanyaan yang berfokus pada efektivitas pertemuan
o   Apakah anda adalah orang yang tepat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini ? dan apakah jawaban anda bersifat resmi ?o   Apakah pertanyaan saya ini relevan dengan masalah yang anda hadapi ?o   Apakah anda mengajukan terlalu banyak pertanyaan ?o   Apakah ada orang lain yang dapat memberikan informasi tambahan ?o   Apakah ada hal lain yang harus saya tanyakan kepada anda ?
FAST (Facilitated Application Specification Techniques)TENTANG FASTMemacu kreasi kerjasama dari tim (pelanggan dan pengembang) yang bekerja sama untuk :
  •  Mengidentifikasi masalah
  •  Menyiapkan elemen-elemen solusi
  • Menegosiasikan pendekatan yang berbeda
  •  Menetapkan sebelumnya kebutuhan solusi yang diperlukan

Banyak pendekatan yang digunakan dan masing-masing pendekatan menggunakan scenario yang berbeda, namun semuanya menerapkan variasi tuntunan dasar berikut ini:
  •   Pertemuan dilakukan di sisi netral dan dihadiri baik oleh pengembang maupun pelanggan
  •   Aturan main untuk persiapan dan partisipasi dibuat
  •    Perlunya agenda
  •   Perlunya seorang fasilitator
  •  Harus adanya mekanisme definisi
PANDUAN FASTJ. Wood dan D. Silver menyarankan beberapa panduan umum FAST yang dapat digunakan yaitu :
  • Peserta harus menghadiri semua rapat
  • Semua peserta adalah sama
  • Persiapan harus sama pentingnya dengan rapat yang sebenarnya
  • Semua dokumen sebelum rapat harus dikaji ulang
  • Lokasi rapat diluar ruangan terkadang diperlukan
  • Tentukan agenda dan jangan sampai mengalami perubahan
  • Jangan sampai terbawa dalam hal-hal teknis yang terlalu rinci

PENYEBARAN FUNGSI KUALITAS (QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT = QFD)QFD sebagai perkenalan :
  • Teknik manajemen kualitas yang menterjemahkan kebutuhan pelanggan kedalam kebutuhan teknis untuk perangkat lunak
  • Pertama kali diperkenalkan di Jepang untuk memaksimalkan kepuasan pelanggan
  • Menekankan pemahaman tentang apa yang berguna kepada pelanggan dan kemudian menyebarkan nilai-nilai tersebut melalui proses rekayasa

QFD mengidentifikasi tiga tipe persyaratan yaitu :
  1. Persyaratan  normal : Sasaran dan tujuan bagi sebuah produk atau system selama pertemuan dengan pelanggan. Bila persyaratan ini ada, maka pelanggan akan menjadi puas, misalnya tampilan grafis yang sempurna.
  1. Persyaratan yang diharapkan : Persyaratan ini implicit terhadap produk atau system yang sangat fundamental sehingga pelanggan tidak menyatakannya secara eksplisit. Ketidakhadirannya akan menyebabkan ketidakpuasan yang sangat mendalam. Contohnya adalah mudahnya operasional interaksi manusia dan mesin, reliabilitas dan kebenaran operasional keseluruhan dan mudahnya instalasi perangkat lunak
  1. Exciting requirement : Persyaratan ini sangat diharapkan oleh pelanggan dan terbukti sangat memuaskan bila ada, misal kemampuan perangkat pengolah kata yang memiliki kemampuan layout halaman, dsb.

GAMBARAN KONSEP QFD :
  • Penyebaran fungsi, menentukan nilai (seperti yang diharapkan pelanggan) dari setiap fungsi yang dibutuhkan oleh system.
  • Penyebaran informasi, mengidentifikasi objek data dan kejadian
  • Penyebaran tugas, yang melatih kebiasaan dari system
  • Analisa nilai, menetapkan prioritas relative kebutuhan

ANALISA PROSES SECARA UMUM
Add caption


 

PRINSIP ANALISA 1Data Domain Model :
  • Menetapkan objek data
  • Menggambarkan atribut data
  • Menetapkan hubungan data

PRINSIP ANALISA 2Fungsi Model :
  •   Mengidentifikasi fungsi yang (dapat) merubah objek data
  •   Mengindikasikan berapa data yang melalui system
  •  Mewakili data produsen dan konsumen


PRINSIP ANALISA 3Model Kebiasaan :
  •  Mengindikasikan states yang berbeda dari system
  •    Menetapkan kejadian yang mungkin menyebabkan perubahan pada state

PRINSIP ANALISA 4Partisi Model :
  •   Menyaring setiap model untuk mewakili level yang lebih rendah dari abstraksi
o   Menyaring objek datao   Membuat hirarki fungsio   Mewakili kebiasaan pada tingkatan yang berbeda tiap detil
  •   Membuat partisi horizontal dan vertikal
PRINSIP ANALISA 5 :Intisari :
  • Memulai focus intisari masalah tanpa memperhatikan rincian implementasi

BEBERAPA PRINSIP YANG DIKEMUKAKAN DAVIS :
  • Mengerti masalah sebelum kita memulai menciptakan model analisa
  • Membangun protipe yang memungkinkan pelanggan untuk mengerti bagaimana pelanggan mengerti interaksi manusia dan mesin dapat terjadi
  • Mencatat hal-hal yang baru dan alasan untuk setiap kebutuhan
  • Menggunakan gambaran bertingkat setiap kebutuhan
  •  Memprioritaskan kebutuhan
  • Bekerja untuk menghilangkan keragu-raguan

MODEL ANALISA :
BEHAVIORAL MODEL
























KAJIAN SPESIFIKASI : Kajian dari suatu spesifikasi persyaratan perangkat lunak dilakukan baik oleh pelanggan maupun pengembang perangkat lunak dan harus dilakukan dengan sangat hati-hati.Kajian ini akan memastikan bahwa spesifikasi sudah lengkap, konsisten dan akurat. Untuk itu, pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dapat diajukan :
  •  Apakah tujuan dan sasaran yang dinyatakan bagi perangkat lunak tetap konsisten dengan tujuan dan sasaran system ?
  • Apakah interface penting ke semua elemen system sudah digambarkan ?
  •  Apakan aliran informasi dan struktur didefinisikan dengan tepat bagi domain masalah ?
  • Apakah diagram jelas ? dapatkah masing-masing berdiri sendiri tanpa teks pendamping ?
  •   Apakah fungsi mayor tetap ada dalam ruang lingkup, dan sudahkan digambarkan dengan tepat ?
  • Apaka tingkah laku perangkat lunak konsisten dengan informasi yang harus diprosesnya dengan fungsi yang harus dilakukannya /
  • Apakah batasan desain realistis ?
  •  Apakah resiko teknologis pengembangan sudah dipertimbangkan ?
  •  Apakah criteria validasi dinyatakan secara detail ? Apakah criteria itu tepat untuk menggambarkan sebuah system yang berhasil ?
  •   Apakah ada inkonsistensi, penghilangan atau redundancy ?
  • Apakah kontak dengan pelanggan sudah lengkap ?
  • Apakah pemakai sudah mengkaji manual pemakai permulaan atau prototype ?
  • Bagaimana estimasi perencanaan mempengaruhi ?

RANGKUMAN 
  •  Analisis persyaratan adalah langkah teknis pertama pada proses rekayasa perangkat lunak
  • Analisis harus berfokus pada domain informasi, fungsional dan tingkah laku dari masalah
  •  Dalam beberapa kasus tidaklah mungkin untuk secara lengkap memspesifikasi suatu masalah pada tahap awal
  •  Spesifikasi persyaratan perangkat lunak dikembangkan sebagai akibat dari analisis


  • Understandability, yaitu sejauh mana proses secara eksplisit ditentukan dan bagaimana kemudahan definisi proses itu dimengerti.
  • Visibility, apakah aktivitas-aktivitas proses mencapai titik akhir dalam hasil yang jelas sehingga kemajuan dari proses tersebut dapat terlihat nyata/jelas
  • Supportability, yaitu sejauh mana aktivitas proses dapat didukung oleh CASE
  • Acceptability, apakah proses yang telah ditentukan oleh insinyur dapat diterima dan digunakan dan mampu bertanggung jawab selama pembuatan produk perangkat lunak
  • Reliability, apakah proses didesain sedikian rupa sehingga kesalahan proses dapat dihindari sebelum terjadi kesalahan pada produk.
  • Robustness, dapatkah proses terus berjalan walaupun terjadi masalah yang tak diduga
  • Maintainability, dapatkah proses berkembang untuk mengikuti kebutuhan atau perbaikan
  • Rapidity, bagaimana kecepatan proses pengiriman sistem dapat secara lengkap memenuhi spesifikasi.
Model
  • Pendekatan Waterfall
  • Pengembangan secara evolusioner
  • Transformasi formal
  • Penggabungan sistem dengan menggunakan komponen-komponen yang dapat digunakan kembali.
Waterfall
  • Penentuan dan analisis spesifikasi
  • Desain sistem dan perangkat lunak
  • Implementasi dan ujicoba unit
  • Integrasi dan ujicoba sistem
  • Operasi dan pemeliharaan
Pengembangan Evolusioner
  • Proses tidak visibel.
  • Sistem-sistem biasanya kurang terstruktur
  • Ketrampilan khusus jarang dimiliki

PEMODELAN ANALISIS



            Pada tingkat teknik, rekayasa perangkat lunak dimulai dengan serangkaian tugas pemodelan. Model analisis sebenarnya merupakan serangkaian model  yang merupakan representasi teknis yang pertama dari system. Di dalam suatu industri dikenal berbagai macam proses, demikian juga halnya dengan industri perangkat lunak. Perbedaan proses yang digunakan akan menguraikan aktivitas-aktivitas proses dalam cara-cara yang berlainan. Perusahaan yang berbeda menggunakan proses yang berbeda untuk menghasilkan produk yang sama. Tipe produk yang berbeda mungkin dihasilkan oleh sebuah perusahaan dengan menggunakan proses yang berbeda. Namun beberapa proses lebih cocok dari lainnya untuk beberapa tipe aplikasi. Jika proses yang salah digunakan akan mengurangi kualitas kegunaan produk yang dikembangkan.
Karena banyaknya variasi dalam model proses yang digunakan maka tidak mungkin menghasilkan gambaran-gambaran yang reliabel untuk alokasi biaya dalam aktivitas-aktivitas ini.
Modifikasi perangkat lunak biasanya lebih dari 60 % dari total biaya pembuatan perangkat lunak. Presentasi ini terus bertambah karena lebih banyak perangkat lunak dihasilkan dan dipelihara. Pembuatan perangkat lunak untuk suata perubahan adalah penting. Proses perangkat lunak komplek dan melibatkan banyak aktivitas.
Seperti produk, proses juga memiliki atribut dan karakteristik seperti :

            Tetapi pada saat ini ada dua landskap pemodelan analisis. Yaitu yang pertama analisis terstrutur  adalah metode pemodelan klasik. Dimana analisis terstruktur ini merupakan aktifitas pembangunan model.  Dan yang kedua adalah analisis berorientasi Objek . Tetapi pada makalah ini yang dijelaskan adalah  Tinjauan singkat terhadap metode analisis yang umum digunakan. Untuk menciptakan model yang menggambarkan muatan dan aliran informasi (data dan kontrol).
Tidak mungkin untuk mengoptimalkan semua atribut proses secara serentak. Contohnya, jika pengembangkan proses cepat dilakukan mungkin kita perlu mengurangi visibility proses karena pembuatan proses yg nyata berarti pembuatan dokumen secara teratur. Ini akan memperlambat proses.
Model proses perangkat lunak masih menjadi object penelitian, tapi sekarang ada banyak model umum atau paradigma yang berbeda dari pengembangan perangkat lunak, antara lain:
Berisi rangkaian aktivitas proses seperti yang telah diuraikan diatas dan disajikan dalam proses yang terpisah, seperti spesifikasi kebutuhan, implementasi desain perangkat lunak, uji coba dst. Setelah setiap langkah didefinisikan, langkah tersebut di sign off dan pengembangan dilanjutkan pada langkah berikutnya.
Pendekatan ini interleaves aktivitas spesifikasi, pengembangan dan validasi. Sistem awal dengan cepat dikembangkan dari kastamer untuk memproduksi sistem yang memenuhi kebutuhan kastamer. Kemudian sistem disampaikan. Sistem itu mungkin diimplementasikan kembali dengan pendekatan yang lebih terstruktur untuk menghasilkan sistem yang kuat dan maintable.
Pendekatan ini berdasarkan pembuatan spesifikasi sistem formal secara matematik dan transformasi spesifikasi dengan menggunakan metode matematik atau dengan suatu program. Transformasi ini adalah correctnesspreserving ini berarti bahwa kita dapat yakin program yang dikembangkan sesuai dengan spesifikasi.
Teknik ini menganggap bagian-bagian dari sistem sudah ada. Proses pengembangan sistem lebih berfokus pada penggabungan bagian-bagian daripada pengembangan tiap bagian.
Dua pertama dari pendekatan-pendekatan diatas yaitu waterfall dan pengembangan evolusioner, saat ini banyak digunakan dalam pengembangan sistem. Beberapa sistem sudah dibuat dengan menggunakan transformasi correctness preserving tapi ini masih menjadi penelitian.
Metode penggunaan kembali (reuse) umum di jepang. Metode ini sekiranya akan diakui oleh Eropa dan Amerika Utara. Di US metode ini dimulai 1995 dengan anggaran 150 million dolars. Bagaimanapun juga reuse masih suatu penelitian, terlalu cepat untuk berkomentar tentang keefektifannya.
Model ini telah diperoleh dari proses engineering lainnya. Model ini menawarkan cara pembuatan perangkat lunak secara lebih nyata.
Langkah-langkah yang penting dalam model ini adalah
Jasa, kendala dan tujuan dihasilkan dari konsultasi dengan pengguna sistem. Kemudian semuanya itu dibuat dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh user dan staf pengembang.
Proses desain sistem membagi kebutuhan-kebutuhan menjadi sistem perangkat lunak atau perangkat keras. Proses tersebut menghasilkan sebuah arsitektur sistem keseluhan. Desain perangkat lunak termasuk menghasilkan fungsi sistem perangkat lunak dalam bentuk yang mungkin ditransformasi ke dalam satu atau lebih program yang dapat dijalankan.
Selama tahap ini desain perangkat lunak disadari sebagai sebuah program lengkap atau unit program. Uji unit termasuk pengujian bahwa setiap unit sesuai spesifikasi.
Unit program diintegrasikan dan diuji menjadi sistem yang lengkap untuk menyakinkan bahwa persyaratan perangkat lunak telah dipenuhi. Setelah ujicoba, sistem disampaikan ke kastamer
Normalnya, ini adalah phase yang terpanjang. Sistem dipasang dan digunakan.
Pemeliharaan termasuk pembetulan kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya. Perbaikan implementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru ditemukan.
Dalam prakteknya, setiap langkah sering tumpang tindih dan saling memberi informasi satu sama lain. Proses perangkat lunak tidak linier dan sederhana tapi mengandung urutan iterasi dari aktivitas pengembangan. Selama di langkah terakhir, perangkat lunak telah digunakan. Kesalahan dan kelalaian dalam menentukan kebutuhan perangkat lunak original dapat diatasi.
Sayangnya, model yang banyak mengandung iterasi sehingga membuat sulit bagi pihak manajemen untuk memeriksa seluruh rencana dan laporan. Maka dari itu, setelah sedikit iterasi, biasanya bagian yang telah dikembangkan akan dihentikan dan dilanjutkan dengan langkah pengembangan selanjutnya. Masalah-masalah selama resolusi selanjutnya, dibiarkan atau diprogram. Pemberhentian yang prematur dari persyaratan akan berarti bahwa sistem tidak akan sesuai dengan keinginan user. Mungkin juga sistem terstruktur secara jelek yang sebenarnya merupakan masalah desain akan dibiarkan karena terkalahkan oleh trik implementasi.
Masalah pendekatan waterfall adalah ketidakluwesan pembagian project ke dalam langkah yang nyata/jelas. Sistem yang disampaikan kadang-kadang tidak dapat digunakan sesuai keinginan kastamer. Namun demikian model waterfall mencerminkan kepraktisan engineering. Konsekuensinya, model proses perangkat lunak yang berdasarkan pada pendekatan ini digunakan dalam pengembangan sistem perangkat lunak dan hardware yang luas.
Model ini berdasarkan pada ide pengembangan pada implementasi awal yang akan menghasilkan komentar pemakai sehingga dapat dilakukan perbaikan melalui banyak versi sampai sistem yang mencukupi dapat dikembangan. Selain memiliki aktivitas-aktivitas yang terpisah model ini memberikan feedback dengan cepat dan serentak
Terdapat 2 tipe pada model ini
1.      Pemprograman evolusioner
Dimana tujuan proses adalah bekerjasama dengan kastamer untuk menghasilkan kebutuhan-kebutuhan dan menyampaikan sistem akhir kepada pemakai/kastamer. Pengembangan dimulai dengan bagian-bagian sistem yang dimengerti. Sistem dikembangkan melalui penambahan features sesuai yang diusulkan oleh kastamer.
2.      Pemodelan
Dimana tujuan pengembangan evolusioner pada tipe ini adalah mengetahui kebutuhan-kebutuhan kastamer dan mengembangkan difinisi kebutuhan yang lebih baik untuk sistem. Model/contoh difikuskan pada penelitian bagian-bagian kebutuhan kastamer yang kurang dimengerti.
Pemprograman evolusioner penting saat sulit untuk membuat spesifikasi sistem secara rinci. Beberapa orang mungkin setuju bahwa semua sistem masuk dalam tipe ini. Namun, pemprograman evolusioner banyak digunakan dalam pengembangan sistem AI (artificial intelligence) yang berusaha untuk menyamai kemampuan manusia.
Kita tidak mungkin membuat spesifikasi yang rinci untuk perangkat lunak yang menyamai manusia karena kita tidak mengerti bagaimana manusia menjalankan tugas-tugas mereka. Pendekatan evolusioner biasanya lebih efektif daripada pendekatan waterfall untuk hal pengembangan perangkat lunak yang harus dengan segera dapat memenuhi kebutuhan kastamer. Namun, dari segi teknik dan manajemen, model ini memiliki masalah mendasar yaitu:
Manager-manager membutuhkan "deliverables" yang teratur untuk mengukur kemajuan. Jika sistem dikembangkan dengan cepat akan terjadi pemborosan pada pembuatan dokumen yang menggambarkan setiap versi sistem.
Kecenderungan perubahan yang terus menerus akan mengurangi stuktrur dari perangkat lunak. Evolusi perangkat lunak terlihat sulit dan mahal.
Tidak jelas batasan ketrampilan yang normal dalam rekayasa perangkat lunak yang mungkin dapat digunakan secara efektif dalam model pengembangan ini. Kebanyakan sistem yang dikembangkan melalui cara ini telah diimplementasikan oleh kelompok kecil yang memiliki ketrampilan yang tinggi dan motivasi yang kuat.
Untuk memecahkan masalah-masalah tersebut, kadang-kadang tujuan dari pengembangan evolusioner adalah mengembangkan contoh sistem. Contoh ini digunakan untuk mengerti dan mevalidasikan spesifikasi sistem. Disinilah pengembangan evolusioner merupakan bagian dari beberapa proses yang lebih luas. ( seperti model waterfall ).
Karena masalah-masalah tersebut, sistem dengan skala besar biasanya tidak dikembangkan melalui cara ini. Pengembangan evolusioner lebih tepat untuk
Pengembangan sistem yang relatif kecil.
Masalah-masalah mengenai perubahan sistem yang ada dihindari dengan meimplementasi ulang sistem keseluruhan kapanpun perubahan yang signifikan diperlukan. Jika pemodelan digunakan, tidak terlalu mahal.
Pengembangan sistem yang memiliki masa hidup yang relatif singkat.
Disini, sistem dikembangkan untuk mendukung beberapa aktivitas yang dibatasi oleh waktu. Contohnya, sebuah sistem yang mungkin dikembangkan secara khusus untuk peluncuran produk baru.
Pengembangan sistem atau bagian-bagian dari sistem yang besar dimana tidak memungkinkan untuk menyatakan spesifikasi secara rinci. Contohnya, sistem AI dan interfaces pemakai.
Model proses nyata waterfall yang berorientasi dokumen telah diambil sebagai standar umum oleh banyak agen pemerintah dan pembuat perangkat lunak. Jadi, tidak mudah melupakan model tersebut walaupun masih terdapat masalah-masalah yang ditimbulkan dalam model tersebut. Kita membutuhkan sebuah proses yang lebih baik untuk manajemen yang dapat menggunakan semua model umum seperti yang telah kita bicarakan sebelumnya. Model perbaikan tersebut juga harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan pembuat perangkat lunak. Pendekatan alternatif diusulkan oleh Boehm (1988). Boehm mengusulkan sebuah model yang secara eksplisit menjelaskan bahwa resiko yang disadari mungkin membentuk dasar model proses umum.
Model Boehm bebrbentuk spiral. Setiap loop mewakili sebuah tahap dari proses perangkat lunak.
Tidak ada tahap yang tetap dalam model ini. Manajemen harus memutuskan bagaimana membentuk proyek kedalam tahap-tahap. Perusahaan biasanya bekerja dengan beberapa model umum dengan tahap tambahan untuk proyek khusus atau ketika masala-masalah ditemukan selama pembuatan proyek.
Setiap loop dibagi dalam 4 sektor
1.      Pembuatan tujuan
Tujuan, hambatan dalam proses ataupun produk serta resiko-resiko proyek ditentukan. Rencan rinci manajemen juga ditulis lengkap. Pembuatan strategi-strategi alternatif direncanakan sesuai dengan resiko yang ada.
2.      Perkiraan dan pengurangan resiko
Untuk setiap resiko yang telah diidentifikasi, akan dibuat analisis rincinya. Kemudian diambil langkah-langkah untuk mengurangi resiko. contohnya, jika ada resiko bahwa persyaratan-persyaratan tidak tepat maka sebuah model contoh mungkin dapat dikembangkan.
3.      Pengembangan dan validasi
Setelah evaluasi resiko, sebuah model pengembangan untuk sistem dipilih. Misalnya, jika resiko interface pengguna yang dominan maka model pengembangan yang tepat mungkin pengembangan evolusioner dengan menggunakan model contoh (prototipe)
Jika resiko keselamatan yang diutamakan, model pengembangan yang sesuai adalah transformasi formal dan seterusnya. Model waterfall mungkin tepat digunakan jika resiko yang diutamakan adalah integrasi sistem.
4.      Perencanaan
Jika diputuskan untuk melanjutkan pada loop spiral berikutnya maka proyek dibicarakan kembali dan rencana dibuat untuk tahap selanjutnya.
Tidak perlu untuk menggunakan satu model tunggal pada setiap loop spiral bahkan dalam keseluruhan sisten perangkat lunak. Model spiral encompasses model lainnya. Pemodelan digunakan pada salah satu psiral untuk memecahkan masalah kebutuhan. Kemudian dapat diikuti oleh model konvensional, waterfall. Transformasi formal digunakan untuk mengembangkan bagian-bagian sistem yang memiliki persyaratan keselamatan yang tinggi dan pendekatan reuse digunakan untuk pengimplementasian bagian-bagian lain dari sistem data manajemen.
Pada implementasinya, model spiral ini juga banyak digunakan, tetapi biasanya dikombinasikan dengan model yang lain. Pemodelan waterfall, yang sangat bagus dalam menentukan millestones dan pemodelan spiral, yang sangat bagus dengan menggunakan prototyping, merupakan kombinasi yang sering dipakai di dalam kontrak-kontrak untuk perangkat lunak dewasa ini.
Perbedaan yang mendasar antara model spiral dengan model lainnya adalah bahwa model spiral dengan eksplisit menyadari resiko-resiko yang ada. Resiko adalah konsep yang sulit didefinisikan secara tepat. Secara informal resiko adalah sesuatu yang sederhana yang dapat menyebabkan kesalahan. Contohnya, jika bertujuan menggunakan pemprograman bahasa baru (new programming language), resiko yang mungkin adalah alat pengumpul yang digunakan tidak reliabel dan tidak menghasilkan code objek yang efesien.
Resiko adalah sebagai hasil ketidakcukupan informasi. Resiko tersebut dapat dipecahkan dengan pengenalan beberapa kegiatan yang dapat menutupi informasi yang kurang menyakinkan. Dalam contoh diatas, resiko mungkin dapat diatasi dengan survey pasar untuk menemukan alat pengumpul mana yang dapat digunakan dan bagaimana kebaikan alat tersebut. Jika sistem ternyata tidak sesuai maka keputusan untuk menggunakan bahasa baru harus diubah.
Siklus spiral dimulai dengan penguraian tujuan-tujuan seperti performance, kegunaan, dan seterusnya. Cara alternatif dalam pencapaian tujuan dan hambatan dipergunakan dengan sebaik-baiknya kemudian diperhitungkan. Setiap alternatif diperhitungan bertentangan dengan tujuan. Ini biasanya menghasilkan identifikasi sumber resiko proyek. Langkah selanjutnya adalah mengevaluasi resiko-resiko ini dengan aktivitas seperti analisis yang lebih detail, pembuatan model/contoh, simulasi dan seterusnya. Untuk menggunakan model spiral, Boehm menyarankan sebuah bentuk umum yang dipenuhi dalam setiap daerah spiral. Bentuk ini mungkin dilengkapi pada sebuah level abtrak atau perkiraan rinci yang imbang dari pengembangan produk.


1.1       PEMODELAN DATA
            Pemodelan data menjawab serangkaian pertanyaan spesifik yang relevan dengan aplikasi pemrosesan data. Apakah objek data utama yang akan diproses oleh system ? Bagaimana komposisi dari masing-masing objek data dan atribut apa yang menggambarkan objek tersebut? Dimana objek saat ini berada? Bagaimana hubungan antara masing-masing objek data dan objek yang lainnya? Bagaimana hubungan objek dengan proses yang mentransformasikannya?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, metode pemodelan data menggunakan ERD. ERD hanya berfokus pada data (sehingga memuaskan prinsip pertama analisis operasional).

2.1       Objek Data, Atribut Dan Hubungan
            Model data terdiri dari tiga informasi yang saling bergantungan :
1.      Objek Data adalah representasi dari hampir semua informasi gabungan yang harus dipahami oleh perangkat lunak. Maksudnya dengan informasi gabungan kita mengartikan sesuatu yang memiliki sejumlah sifat atau atribut yang berbeda. Contohnya orang atau mobil dapat dipandang sebagai objek data bila salah satu dari mereka dapat didefinisikan dalam bentuk atribut.
2.      Atribut  menentukan properti suatu objek data dan mengambil salah satu dari tiga karakter hyang berbeda. Atribut dapat digunakan untuk :
1.      Menamai sebuah contoh dari objek data
2.      Menggambar Contoh
3.      Membuat referensi kecontoh ke contoh yang lain pada table yang lain.
Sebagai tambahan, satu atribut atau lebih harus didefinisikan sebagai sebuah pengidentifikasi dimana atribut pengidentifikasi akan menjadi sebuah “kunci”. Dalam banyak kasus harga untuk mengidentifikasi adalah unik, meskipun hal itu bukan merupakan persyaratan. Dengan mengacu pada objek data mobil, pengidentifikasi yang bertanggung jawab dapat menjadi ID.

3.      Hubungan objek data disambungkan satu dengan yang lainnya dengan berbagai macam cara. Andaikan ada dua objek data BUKU dan TOKO BUKU, objek tersebut dapat diwakilkan dengan menggunakan notasi sederhana . misalnya :
·        Toko buku memesan buku
·        Toko buku menampilkan buku
·        Took buku menstok buku
·        Toko buku menjual buku
·        Toko buku mengembalikan buku
Penting untuk dicatat bahwa objek relationship pairs mempunyai dua arah, dimana mereka dapat dibaca dari dua arah. Toko buku memesan buku atau buku dipesan oleh toko buku.

2.2     Kardinalitas dan Modalitas
           
            Kardinalitas  Model data harus dapat merepresentasikan jumlah peristiwa dari objek didalam hubungan yang diberikan. Tiilmann (TIL. 93)  mendefinisikan kardinalitas dari objek – relationship pair dengan cara sebagai berikut :
Kardinalitas merupakan spesifikasi dari sejumlah peristiwa dari suatu (objek) yang dapat dihubungkan kesejumlah peristiwa dari (objek) yang lain. Kardinalitas biasanya diexpresikan secara sederhana ‘satu’ atau ‘banyak’. Dengan mempertimbangkan semua kombinasi dari ‘satu’ dan ‘banyak’ dua objek dapat dihubungkan sebagai :
Modalitas  dari suatu hubungan adalah nol bila tidak ada kebutuhan eksplisit untuk hubungan yang terjadi atau hubungan itu bersifat optional.modalitas bernilai satu apabila suatu kejadian dari hubungan merupakan perintah.

2.3       Entity – Relationship Diagram
Objec-Relationship Pair merupakan batu pertama dari model data. Pasangan ini dapat diwakili secara grafis dengan menggunakan ERD. ERD pada mulanya diusulkan oleh Peter Chen (CHE77) untuk desain system database relasional dan telah dikembangkan. Tujuan utama dari ERD adalah untuk mewakili objek data dan hubungan mereka.

                                    Kardinalitas ; mengimplementasikan
                                    Bahwa ada banyak tindakan perbaikan


Kardinalitas : mengimplementasikan
Bahwa pelanggan tunggal menunggu
Tindakan perbaikan
                                           
   Pelanggan                      disediakan dengan          Tindakan perbaikan

         

Modalitas;  harus mengimpelmentasikan                                   Modulasi ;Optional mengimplementasikan
Bahwa untuk mempunyai tindakan perbaikan                          bahwa ada situasi dimana tindakan per-
Kita harus mempunyai pelanggan                                                baikan tidak perlu dilakukan

Gambar : 4.0  Kordanalitas dan Modalitas

Objek data diwakili oleh sebuah persegi panjang yang diberi label. Hubungan ditunjukkan dengan garis yang diberi label yang menghubungkan objek dalam variasi ERD, garis yang menghubungkan berisi sebuah label permata yang diberi label dengan hubungan tersebut. Sambungan antara data dan objek dan hubungan dibangun dengan menggunakan berbagai macam simbol khusus yang menunjukkan kardinalitas dan modalitas.

Gambar :  5.0 ERD sederhana dan tabel objek data (catatan dalam ERD ini, bangunan diindikasikan dengan diamon pada line koneksi antar objek data)

            Hubungan antara mobil dan pabrik akan dipresentasikan seperti diperlihatkan didalam Gambar : 5.0  satu pabrik membangun satu atau banyak mobil. Diberikan konteks yang diimplikasikan oleh ERD, spesifikasi dari objek data mobil  (lihat pada gambar table 5.0 akan menjadi sangat berbeda dengan spesifikasi sebelumnya  (gambar 2.0) . Dengan mengamati symbol pada akhir garis sambungan antara objek dapat dilihat bahwa modalitas dari kedua peristiwa merupakan keharusan (garis vertical).
            Dengan memperluas model, kita mewakili ERD yang sangat disederhanakan  (gambar 6.0) dari elemen distribusi  bisnis aotomotif.
         Notasi ERD juga memberikan suatu mekanisme yang mewakili asosiativitas antar objek, sebuah objek data asosiatif di representasikan seperti diperlihatkan didalam gambar 7.0. didalam gambar tersebut objek data yang memodelkan subsistem individual masing-masing  diasosiasikan dengan objek data mobil.
Pemodelan data dan ERD memberi notasi yang singkat untuk mengamati data didalam konteks aplikasi pemrosesan data kepada analis. Dalam sebbagian besar kasus, pendekatan pemodelan data digunakan untuk menciptakan satu potong analisis, tetapi dia juga dapat digunakan untuk perancangan database dan untuk mendukung metode analisis persyaratan yang lain.


1.2         PEMODELAN FUNGSIONAL DAN ALIRAN INFORMASI
Analisis terstruktur dimulai sebagai sebuah teknik pemodelan aliran informasi. Sebuah sistem berbasis komputer direpresentasikan sebagai sebuah transformasi informasi. Sebagai contoh terlihat pada gambar 4.0 keseluruhan fungsi dari sistem tersebut diwakilkan sebagai transformasi informasi tunggal, yang ditulis sebagai gelembung didalam gambar. Satu input atau lebih diperlihatkan oleh anak panah yang diberi label , berasal dari entitas eksternal. Yang direpresentasikan sebagai sebuah kotak. Input mengendalikan transformasi tersebut untuk memproduksi informasi Output yang dilewatkan ke entitas eksternal.

2.1 Diagram Aliran Data
            Pada saat informasi mengalir melalui pernagkat lunak, dia dia dimodifikasi oleh suatu deretan transformasi. Diagram aliran data / data flow diagram (DFD) adalah sebuah teknik grafis yang menggambarkan aliran informasi dan transformasi yang diaplikasikan pada saat data bergerak dari input menjadi output. Bentuk dasar  dari suatu aliran data diilustrasikan didalam gambar 4.0. DFD juga dikenali sebagai grafik aliran aliran data atau bubble chart.
DFD tingkat 0 yang disebut juga dengan model system fundamentasi atau model konteks, merepresentasi seluruh elemen system sebagai sebuah bubble tunggal dengan data input dan output yang ditunjukkan oleh anak panah yang masuk dan keluar secara berurutan. Proses tambahan (bubble) dan jalur aliran informasi direpresentasikan pada saat DFD tingkat 0 dipartisi untuk megungkap detail yang lebih. Contohnya, sebuah DFD tingkat 1 dapat berisi lima atau enam bubble dengan anak panah yang saling menghubungkan.
Notasi dasar yang digunakan untuk menciptakan suatu DFD diilustrasikan didalam gambar 5.0

2.2       Ekstensi Sistem Real-Time
            Sistem real-time harus berinteraksi dengan dunia nyata didalam kerangka waktu yang ditentukan oleh dunia nyata. Penerbangan pesawat, proses pabrik, produk konsumen dan instrumentasi industri merupakan beberapa dari ratusan aplikasi perangkat lunak real-time.

2.3       Ekstensi Ward dan Mellor
            Ward dan Mellor memperluas notasi analisis struktur dasar untuk mengakomodasi permintaan yang dikenakan oleh system real-time berikut ini :
·        Aliran informasi dikumpulkan atau dihasilkan pada basis time-continious
·        Informasi control yang dilewatkan melalui system dan pemrosesan control yang sesuai
·        Contoh bertingkat dari transformasi yang sama, yang kadang-kadang terjadi didalam situasi multitasking
·        Pernyataan system dan mekanisme yang menyebabkan transisi diantara keadaan.

Dalam presentasi yang berarti dari aplikasi real-time, system harus memonitor informasi time-cintinuous yang digenerasikan oleh proses dunia nyata. Notasi aliran data konvensional tidak membuat perbedaan diantara data diskrit dan data time-continuous ekstensi untuk analisis terstruktur diperlihatkan pada gambar 7.0

2.4       Ekstensi Hatley dan Pirbhai

Ekstensi Hatlei dan Pirbhai kenotasi analisis terstruktur dasar kurang berfokus pada kreasi dari symbol grafis tambahan dan lebih berfokus pada representasi dan spesifikasi aspek perangkat lunak yang berorientasi pada control.


1.3       PEMODELAN TINGKAH LAKU
            Pemodelan tingkah laku merupakan suatu prinsip operasional untuk semua metode analisis persyaratan tetapi hanya versi analisis terstruktur yang luas yang memberikan suatu notasi bagi tipe pemodelan ini. Untuk menggambarkan penggunaan ekstensi control dan tingkah laku Hatley dan Pirbhai, diandaikan perangkat lunak embedded dalam sebuah mesin foto kopi. Foto kopi tersebut melakukan sejumlah fungsi yang diimplikasikan oleh DFD tingkat 1. perlu dicatat bahwa penyaringan tambahan dari aliran dan definisi dari masing-masing item akan diperlukan.

1.4       MEKANIK DARI ANALISIS TERSTRUKTUR

2.1 Membuat sebuah diagram hubungan Entitas

Diagram hubungan  entitas memungkinkan seorang perekayasa perangkat lunak untuk secara penuh menspesifikasikan objek data yang merupakan input dan output dari system. Pendekatan berikut ini perlu diketahui dalam membuat diagram Entitas :
ü  Selama pengumpulan persyaratan, pelanggan diminta untuk mendaftar ‘hal-hal’ yang akan dituju oleh proses bisnis dan aplikasi. ‘Hal-hal’ ini dimasukkan kedalam sebuah daftar objek data input dan output dan entitas eksternal yang menghasilkan atau mengkonsumsi informasi.
ü  Dengan mengambil objek satu pada satu saat , analis dan pelanggan mendefinisikan apakah ada sambungan (tidak diberi nama pada tahap ini ) ada diantara objek data  dan objek lain.
ü  Dimanapun sambungan ada, analis dan pelanggan menciptakan satu pasangan hubungan objek atau lebih .
ü  Untuk masing-masing pasangan hubungan objek, dicari kardinalitas dan modalitas.
ü  Langkah 2 sampai 4 dilanjutkan secara iterative sampai semua pasangan hubungan objek sudah didefinisikan. Sudah menjadi kebiasaan untuk menemukan penghilangan pada saat proses ini berlanjut. Objek dan hubungan baru akan ditambahkan pada saat jumlah iterasi bertambah.
ü  Atribut dari masing-masing entitas didefinisikan
ü  Diagram entitas diformalisasikan dan dikaji
ü  Langkah 1 sampai 7 diulangi sampai pemodelan data terlengkapi.

2.2       Membuat Sebuah Model Aliran Data
            Diagram aliran data (DFD) memungkinkan perekayasa perangkat lunak untuk mengembangkan model domain informasi dan domain fungsional pada saat yang sama. Beberapa tuntunan sederhana dengan terukur dapat membantu selama derivasi  sebuah diagram aliran data :
1.      diagram aliran data tingkat 0 harus menggambarkan perangkat lunak/system sebagai gelembung tunggal.
2.      input dan output utama harus dicatat secara berhati – hati
3.      penyaringan harus dimulai dengan mengisolasi proses calon, objek data, dan penyimpanan yang akan direpresentasikan pada tingkat selanjutnya.
4.      semua anak panah dan gelembung harus diberi label dengan nama yang berarti
5.      kontinyuitas aliran informasi harus dijaga dari tingkat ke tingkat
6.       satu gelembung pada satu saat harus disaring.
Ada  kecenderungan natural untuk terlalu mengkomlikasikan diagram aliran data. Hal ini terjadi bila analisis ingin menunjukkan terlalu banyak  detail pada saat yang terlalu dini

2.3             Membuat Sebuah Model Aliran Kontrol
Untuk beberapa tipe aplikasi pemrosesan, model data dan diagram aliran data meruapakan hal yang diperlukan untuk memperoleh wawasan yang berarti kedalam persyaratan perangkat lunak. Tetapi, seperti yang telah dicatat, disana ada suatu kelas aplikasi yang besar yang lebih dikendalikan oleh kejadian dari pada data, yang lebih menghasilkan informasi control dari pada menghasilkan laporan dan tampilan. Dan yang memproses informasi dengan perhatian besar kepada waktu dan kinerja kerja. Aplikasi semacam itu mambutuhkan pemodelan aliran control sebagai tambahan kepemodelan aliran data.
Telah kita catat bahwa sebuah kejadian atau item control diimplementasikan sebagai harga Boolean (misalnya; benar atau salah, on atau off, 1 atau 0) atau sebuah daftar diskrit dari keadaan (kosong,penuh), untuk memilih calon kejadian yang potensial, diusulkan tuntutan berikut ini :
·              Daftarlah semua sensor yang dibaca oleh perangkat lunak
·              Daftarlah semua keadaan interupsi
·              Bacalah semua saklar yang diaktuasi oleh operator
·              Daftarlah semua keadaan data
·              Dengan menarik uraian data kerja dan data benda yang diaplikasikan ke narasi pemrosesan, kajilah semua item control sebagai input /output CSPEC yang mungkin
·              Gambarkanlah tingkah laku dari system dengan mengidentifikasi keadaannya ; identifikasikanlah bagaimana keadaan dicapai dan definisikanlah transisi antar keadaan.
·              Fokuskanlah penghilangan yang mungkin sebuah kesalahan yang paling umum didalam menspesifikasikan control (misalnya, tanyakanlah ; adakah suatu cara dimana saya dapat masuk ke keadaan itu atau keluar darinya).

2.4       Spesifikasi Kontrol
            CSPEC mempresentasikan tingkah laku system (pada tingkat dimana dia direferensikan) didalam dua cara yang berbeda. CSPEC berisi sebuah diagram transisi keadaan (STD) yang merupakan suatu spesifikasi sekuensial dari tingkah laku. Dia juga dapat berisi suatu table aktifitas proses (PAT) – sebuah spesifikasi  kombinaturial dari tingkah laku. 

2.5       Spesifikasi Proses
            Spesifikasi Proses (PSPEC) digunsksn untuk menggambarkan semua proses model aliran yang nampak pada tingkat akhir penyaringan.Kandungan dari spesifikasi proses dapat termasuk teks naratif, bahasa design program/Progamme Design Language (PDL) dari Algoritma proses, persamaan Matematika, table, diagram atau bagan, dengan memberikan sebuah PSPEC untuk mengiringi masing-masing gelembung didalam model aliran, berarti perekayasa perangkat lunak menciptakan sebuah “spesifikasi mini”yang dapat berfungsi sebagai sebuah langkah pertama didalam kreasi spesifikasi persyaratan perangkat lunak dan sebagai penuntun bagi desaign komponen program yang akan mengimplementasikan program.
1.5       KAMUS DATA
            Kamus data telah diusulkan sebagai sebuah tata bahasa quasi-formal untuk menggambarkan kandungan dari objek yang didefinisikan selama analisis terstruktur. Notasi pemodelan yang penting ini telah didefinisikan sebagai berikut : Kamus data merupakan sebuah daftar  yang teroganisasi  dari elemen data yang berhubungan dengan system, dengan definisi yang tegar dan teliti sehingga pemakai dan analisis system akan memiliki pemahaman yang umum mengenai input, output, komponen penyimpan , dan bahkan kalkulasi inter-mediate.
            Saat ini, kamus data hamper selalu diimplementasikan sebagai bagian dari sebuah “piranti desain dan analisis terstruktur “ CASE. Sebagian kamus data berisi informasi sebagai berikut :
-         Name = sebenarnya dari data atau item control, penyimpanan data, atau entitas eksternal.
-         Aliasi = nama lain yang digunakan untuk entri pertama
-         Where-used/how used = suatu daftar dari proses yang menggunakan data atau item control dan bagaimana dia digunakan (misalnya input ke progress, output dari progress, sebagai suatu penyimpanan, sebagai suatu entitas eksternal)
-         Content description = suatu notasi untuk mempresentasikan isi
-         Supplementary information = informasi lain mengenai tipe data, harga preset (bila diketahui).

Notasi yang digunakan untuk mengembangkan diskripsi isi, yang diilustrasikan didalam Gambar 9.0 memungkinkan analisis untuk mempresentasikan data komposit (misal objek data) didalam salah satu dari tiga fundamenta yang dapat dikonstruksi olehnya :

1.      sebagai sebuah urutan item data
2.      sebagai suatu pilihan dari antara serangkaian item data atau
3.      sebagai sebuah kelompok pengulangan item data


Masing-masing entri item data direpresentasikan sebagai bagian dari urutan, seleksi dan pengulangan dapat menjadi objek data lain yang memerlukan penyaringan lebih jauh lagi didalam kamus.

1.6       OVERVIEW MENGENAI METODE ANALISIS KLASIK
            Data Structured Systems Development
           
            Data Structure System Development (DSSD), yang disebut juga dengan metodologi Warnier-Orr terjadi dari kerja perintis mengenai analisis domain informasi yang dilakukan oleh J.D Warnier. Warnier mengembangkan sebuah notasi untuk mempresentasikan hirarki informasi dengan menggunakan tiga kontruksi untuk urutan, pemilihan, dan pengulangan dan mendemonstrasikan bahwa struktur perangkat lunak dapat ditarik dari struktur data..
Ken Orr memperluas kerja Warnier untuk mencakup pandangan yang lebih luas mengenai domain informasi yang telah dikembangkan kedalam DSSD
            Jackson System Development
           
            Jackson System Development (JDS) mengembangkan kerja yang dilakukan oleh M.A. Jackson tentang analisis domain informasi dan hubungannya dengan desain system dan program. Dalam kalimat Jackson , “Pengembang memulai dengan menciptakan sebuah model realistis dimana system diperhatikan, realitas yang memperlengkapi masalah subjek (system)nya..”

            SADT
           
            Structured analysis and design technique (SADT) adalah sebuah teknik yang telah digunakan secara luas sebagai sebuah notasi untuk definisi system, representasi proses, analisis persyaratan perangkat lunak dan desaign system /perangkat lunak.

2 komentar: